Umat Hindu Lutim Rayakan Dharma Santi Nyepi

MALILI, Warga Hindu di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, menggelar perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1934 yang berlangsung di gedung Serba Guna Kantor Camat Tomoni Timur, Minggu (27/5) kemarin.
Perayaan ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Lutim, H Andi Hatta Marakarma dan HM Thoriq Husler, Kapolres Lutim, AKBP Andi Firman, Ketua FKUB, Ardias Barah, Pembimas Hindu Provinsi Sulsel, Simon Kendek Paranta, Ketua PHDI Lutim, Wayan Sudiarsa, Ketua TP PKK Lutim, Andi Tenri Balobo Hatta, serta sejumlah pimpinan SKPD dan Camat Lingkup Pemkab Lutim.
Ketua panitia pelaksana, Wayan Sudino, mengatakan, pelaksanaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Caka 1934 bertujuan untuk memupuk dan meningkatkan kepedulian umat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta meningkatkan pengetahuan tentang berbagai aspek dan kesamaan persepsi Pinandita dan Serathi tentang sesana kepemangkuan dan upacara agama.
Lanjut Wayan, kegiatan Dharma Santi ini telah berlangsung sejak 25 Mei lalu yang diisi dengan kegiatan bakti sosial berupa aksi donor darah, sarasehan pemangku, serati dan pemuka adat desa, terakhir resepsi Dharma Santi yang kita peringati hari ini.
Bupati Lutim, Andi Hatta Marakarma, saat menyampaikan arahannya mengatakan, struktur masyarakat Luwu Timur sangat heterogen, namun potensi keanekaragaman ini perlu terus dipelihara dan dikembangkan menjadi kekayaan budaya daerah.
“Saya tegaskan, di Luwu Timur tidak boleh ada salah satu pihak yang diistimewakan, semua diperlakukan sama dan diberi kesempatan yang sama untuk melaksanakan ibadah agamanya, adat maupun kebudayaannya,” terang Hatta.
Hatta juga berharap pemekaran Luwu Timur dapat menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat dalam arti masyarakat menikmati kemudahan dalam menerima akses pelayanan dari pemerintah, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik.
“Prinsip kami, kalau kita belum bisa menambah pendapatan masyarakat tetapi paling tidak kita mengurangi beban masyarakat,” tegas Hatta.
Rangkaian perayaan Dharma Santi ini ditutup dengan mendengarkan hikmah Nyepi yang dihantarkan Gusti Ketut Dalem yang juga Dosen Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar dan Ketut Pasek Swastika, Dosen Kopertis Propinsi Bali sekaligus selaku Pinanditha.

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s