Bangkit Menuju Kebebasan

HARI ini khususnya dan bulan Mei pada umumnya, ada beberapa peristiwa yang sangat penting bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Buddha khususnya. Hari ini merupakan Hari Kebangkitan Nasional. Bagi umat Buddha, bulan Mei merupakan hari Tri Suci Waisak. Walaupun sudah berlalu, gema dan perayaan Waisak masih terdengar di mana-mana.

Hari Kebangkitan Nasional merupakan hari penting bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Walaupun gemanya sudah jarang terdengar, hari ini merupakan tonggak sejarah perjuangan pemuda Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan Belanda. Tanggal 20 Mei 1908 Boedi Oetomo didirikan, yang kemudian menjadi cikal bakal perjuangan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Di sisi lain, di bulan Mei, umat Buddha juga merayakan hari Waisak. Umat Buddha mengenang kembali tiga peristiwa penting yang dialami Buddha Gotama; kelahiran beliau sebagai Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Sempurna, dan mangkat dalam kesempurnaan (Parinibbana). Ketiga peristiwa tersebut terjadi tepat saat purnama di bulan Vesak. Waisak kali ini tepat 26 abad (2.600 tahun) pencapaian Penerangan Sempurna.

Bangkit menuju kebebasan bukan pekerjaan yang mudah. Boedi Oetomo sebagai cikal bakal dan dilanjutkan dengan munculnya berbagai organisasi lain dan pergerakan yang lainnya. Membutuhkan waktu yang cukup panjang hingga akhirnya bangsa Indonesia mencapai kebebasan, menyatakan kemerdekaan pada tahun 1945.

Petapa Gotama menghabiskan waktu selama enam tahun untuk berjuang di hutan Uruvella. Beliau berguru, berlatih, dan berjuang dengan berbagai cara. Ini merupakan perjuangan beliau yang terakhir. Bila dibandingkan dengan Buddha yang lain, kurun waktu enam tahun tersebut merupakan perjalanan yang cukup panjang.

Namun bila dihitung sejak dari awal, Buddha Gotama telah melawati kurun waktu yang tidak terhitung lamanya. Ketika menjadi petapa Sumedha dan menyatakan tekad untuk menjadi Buddha di hadapan Buddha Dipankara, beliau telah melewati kurun waktu selama empat asankhyeyya dan seratus ribu kappa. Sebuah kurun waktu yang tidak terbayang jumlahnya.

Setelah mencapai Penerangan Sempurna, Buddha Gotama membabarkan Dhamma selama empat puluh lima tahun. Buddha mewariskan ajaran yang sangat luhur, mengungkapkan kembali kesunyataan, mengungkapkan kebenaran yang abadi. Buddha telah menunjukkan jalan bagi para siswa dan seluruh pengikutnya. Dengan demikian, semua siswa Buddha dapat mencapai kebahagiaan sejati, nibbana.

Mencapai kebebasan yang sejati memang bukan pekerjaan yang mudah. Setiap orang mengharapkan kehidupan yang bahagia, bebas dari segala penderitaan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah melewati kurun waktu yang sangat panjang, mengikuti alur roda samsara; diwarnai dengan kelahiran dan kematian yang berulang-ulang.

Kebebasan, kemerdekaan, kebahagiaan tertinggi; tidak datang dengan sendirinya. Juga tidak merupakan hadiah dari makhluk agung mana pun juga di alam kehidupan ini. Kebebasan tersebut perlu diperjuangkan. Setiap orang harus berjuang dengan usaha sendiri, semangat pantang menyerah harus dimunculkan agar kita tidak mudah menyerah ketika menemui rintangan.

Bagi umat Buddha, pencapaian kebahagiaan tertinggi merupakan cita-cita yang abadi. Buddha Gotama sudah mewariskan Dhamma, menguraikan jalan yang harus ditempuh untuk mencapainya. Para siswa Buddha yang mempraktikan Dhamma, melangkah menyusuri jalan yang sudah ditunjukkan, telah berhasil mencapai kebahagiaan sejati –- bebas dari lingkaran samsara, lingkaran kelahiran dan kematian yang berulang-ulang.

Hanya ada satu tugas yang perlu dilakukan dalam hidup ini. Bangkitkan semangat untuk melangkah di jalan Dhamma. Kita tidak perlu lagi untuk melangkah, bertanya-tanya tentang kebenaran jalan yang sudah ditunjuk. Kita tidak takut untuk tersesat di jalan yang salah. Para pengikut Buddha sudah membuktikan dan sudah mencapai hasilnya.

Jadikan semangat Hari Kebangkitan Nasional dan semangat yang dimiliki oleh Petapa Gotama dalam mencapai Penerangan Sempurna sebagai pendorong untuk mencapai kebahagiaan sejati dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang. (Dhana Putra)

Sumber :http://www.balipost.co.id/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s