Anak Pedagang Kecil Ingin Bertemu Presiden

Tak pernah menduga kalau dirinya mampu mengukir sejarah sebagai siswa peraih nilai UN tingkat SMP tertinggi di tingkat nasional. ”Terus terang saya terkejut diberi tahu teman-teman kalau nilai saya terbaik, kata Ni Putu Tamara Bidari Suweta, Sabtu (2/6) kemarin.
Ni Putu Tamara Bidari Suweta Tamara, siswa SMPN 1 Denpasar untuk kali pertama memecahkan rekor sebagai siswa pertama di SMPN 1 Denpasar meraih nilai UN sempurna yakni 40. Nilai 10 diraihnya untuk empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Padahal sekolah RSBI ini sudah empat kali sukses mengantarkan siswanya meraih nilai UN terbaik I di Indonesia, namun belum pernah mengantongi nilai 10 di semua pelajaran.
Ni Putu Tamara -demikian panggilannya–, hanya mengaku ragu-ragu di Bahasa Inggris karena dua soal yang belum yakin dia bisa jawab dengan benar. Namun peraih peringkat tujuh di kelas IX A ini yakin bisa mengukir nilai 10 di semua pelajaran. Gadis ABG yang suka main internet dan membaca buku dan majalah ini pun kini bak artis karena banyak diwanwancarai wartawan media cetak dan elektronik.
Tamara adalah anak pertama pasangan I Wayan Mudana Suweta dengan Ni Wayan Rapiarini. Ayahnya seorang desain interior dan ibunya pedagang kecil di Desa Darmasaba. Alumnus SD 22 Dauhpuri ini, Sabtu kemarin, langsung menerima bonus Rp 400 ribu dari komite sekolah. Atas prestasinya, Tamara ingin bertemu Presiden secepatnya bersama siswa pintar lainnya. ”Biar pernah bertemu Presiden RI,” ujarnya.
Diam-diam Tamara pun sudah menentukan studi lanjut di SMAN 4 Denpasar. Alasan Tamara yang masuk tim OSN Matematika Bali ini lebih cocok belajar di Foursma untuk memuluskan cita-citanya ingin menjadi dokter.
Ditanya soal cara belajar, gadis kelahiran 1 Maret 1997 ini mengatakan tak jauh berbeda dengan siswa lainnya. Kuncinya saat UN kita fokus dan berdoa. Belajar pun tak perlu dipaksakan, kapan ada mood belajarnya bisa fokus. Namun dari segi kauntitas, jam belajar Tamara bisa mencapai 11 jam per hari. Di sekolah dia belajar enam jam, ditambah dua jam saat les sore di sekolah. Tambahan lagi dua jam di tempat les dan satu jam di rumah.
SMPN 1 Denpasar tak hanya melahirkan Tamara, namun masih ada 10 siswanya yang meraih prestasi terbaik tingkat nasional. Prestasi ini juga mengundang kecurigaan sejumlah pihak. Namun Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs. A.A. Gede Rimbya Temaja, M.Ag., mengaku tak perlu ada kecurigaan lantaran sekolahnya sudah empat kali meraih UN tertinggi di nasional. Bahkan untuk kelas IX A di mana 11 siswanya yang meraih peringkat terbaik nasional adalah kelas unggulan dengan kecerdasan yang hampir merata. Makanya tahun ini dia berharap seperti tiga tahun lalu, siswa terbaik diberi kesempatan berdialog dengan Presiden.
Dia mengatakan target rata-rata UN SMPN 1 Denpasar tahun ini hanya dipatok 9,42, namun kenyataannya terealisasi 9,65. Isimewanya lagi, selain tertinggi I nasional dalam rata-rata UN sekolah, 307 diraih dengan nilai 10 oleh 238 siswanya. Berarti ada siswa yang mendapat nilai 10 di dua mata pelajaran. Makanya saat ini komite mengeluarkan dana Rp 30 juta lebih untuk bonus bagi siswa berprestasi ini. ”Tak perlu diragukan prestasi siswa kami, apalagi Tamara adalah siswa berprestasi di kelasnya,” ujarnya.

Sumber :http://www.balipost.co.id/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s