Nyanyian Suci dalam Terjemahan Bergambar

Umat Hindu menilai kitab Bhagawad Gita sebagai kitab nyanyian suci, nyanyian brahman. Karenanya, seperti halnya kitab suci-kitab suci umumnya, kitab Bhagawad Gita selalu mengisi ruang-ruang suci, jarang terjamah tangan-tangan masyarakat awam. Kendati berbentuk buku yang tercetak di atas kertas, kitab Bhagawad Gita tetap mendapat tempat khusus, bersanding dengan kitab-kitab suci Hindu yang terbuat dari lontar, pratima-pratima dan pusaka-pusaka lainnya, hanya diturunkan saat hari raya tertentu untuk diupacarai. Jarang umat Hindu Bali yang membaca secara total kitab ini, kalaupun ada, biasanya hanya dilakukan oleh kaum cendikiawan dan agamawan yang memang bermaksud secara khusus mempelajari kitab ini maupun memakainya sebagai bahan referensi.

Nyanyian suci dalam sloka yang indah ini melukiskan dialog antara Krisna sebagai Awatara dan Arjuna sebagai ksatria Pandawa dalam kitab Mahabharata, saat tenggelam dalam lautan kebimbangan. Antara maju berhadapan dengan saudara sendiri sebagai ksatria atau mundur dari kewajiban sebagai seorang pengecut.

Kitab ini berisikan dialog nurani antara Khrisna dan Arjuna sebagai teman seperjuangan, sebagai guru dan murid, sebagai Awatara dan ciptaan-Nya saat perang Bharatayudha. Berisikan tuntunan hidup yang kontekstual dengan hidup sehari-hari, terutama yang terkait dengan konsep kerja.

Tergerak untuk lebih memasyarakatkan ajaran-ajaran tentang hidup inilah yang menyebabkan lahirnya komik Bhagawad Gita atau disebut dengan terjemahan bergambar. Terjemahan bergambar ini dibuat oleh komikus I Wayan Gunasta. Ia menjelajah masuk ke dalam samudra suci Bhagawad Gita dan mengurainya lewat bahasa gambar yang indah, kaya dan menarik.

Ada 18 Bab ajaran dalam Bhagawad Gita yang dijelajah oleh lelaki yang kerap dipanggil Gun Gun ini. Dari Bab Arjuna Visadha Yoga yang berisikan tentang keragu-raguan Arjuna, yang dimulai dari halaman 39 sampai Bab Samnyasa Yoga yang berisikan tentang ajaran kesempurnaan pelepasan dari ikatan yang dimulai dari halaman 701.

Ajaran-ajaran filsafat yang kental dan dalam terurai indah lewat gambar, dialog dan narasi, membuat mata dan hati tak penat, menggugah rasa ingin membuka lembar demi lembar buku setebal 781 halaman ini. Seniman asal Banjar Nyuh Kuning Ubud, Gianyar, yang sempat mengenyam pendidikan film kartun di Jepang ini dengan membuat gambar-gambar tokoh penting dalam mahabharata ini begitu hidup, begitu dekat dengan alam Bali, lewat paras dan kostum tokoh-tokohnya serta lewat pemandangan yang lazim di Bali.

Gun Gun juga menata gambar-gambarnya seperti layaknya seorang sutradara film mengatur kamera dan objeknya dengan sistem gelap terang. Kadang sosok tokoh tergambar utuh, kadang sepenggal, kadang hanya fragmen dan bahkan kadang-kadang hadir hanya sebagai simbolik dari sebuah suasana.

Gambar-gambar indah dan simbolik banyak dibuat pengarang komik Mahabharata ini saat mengurai ajaran Wiswarupa Darsana Yoga atau gambaran semesta pada Bab 11, yang dimulai dari halaman 479 sampai halaman 533.

”Saksikanlah kini rupaku O Parta! Beratus-ratus, beribu-ribu suci, bermacam-macam wujudku, beraneka bentuk dan warna” demikian bunyi sloka bait 5 Wiswarupa Darsana Yoga ini, dan Gun Gun pun dengan liar mengguraikannya dalam bentuk gambar, Khrisna yang meninggi dengan busana melambai, dihias awan-awan yang melayang lembut, tempat bersemayam Khrisna-Khrisna yang lain. Atau saat Khrisna meminta Arjuna untuk melihat alam semesta, Gun Gun menggambarkan sosok Khrisna yang melayang lembut dengan empat tangan, di mana dua tangannya memegang dunia dan planet-planet berputar di antaranya. Pada bab ini, Gun Gun nampak dengan bebas dan bersemangat melukiskan imajinasinya tentang kemahakuasaan Tuhan yang dalam hal ini diwakili oleh tokoh Khrisna.

”Kaum terpelajar Hindu Bali sudah sangat mengenal Bhagawad Gita, membacanya, tapi tidak sampai tuntas, karena selalu disuguhkan dalam bentuk deretan kalimat yang ketat dengan ornamen guru lagu sebagai bagian keteguhan sloka. Saya mencoba mengurai sloka-sloka ini lewat bahasa gambar dan dialog, saya harap bisa lebih menarik dan menyentuh jiwa, tanpa mengurangi makna dan hakikat ajaran,” jelas Gun Gun yang tokoh kartunnya ”I Brewok” diterbitkan sebagai perangko oleh pemerintah Indonesia ini.

Setelah terjemahan bergambar Bhagawad Gita, tahun ini Gun Gun juga membuat buku bergambar Pengabdian Sang Garuda, Riwayat Maharsi Wyasa dan Dewa Ruci. Hal lain yang dikerjakan adalah menyiapkan terjemahan bergambar Saracamuscaya. (ole)
Sumber  :http://www.balipost.co.id/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s