Tupi dan Pak Keledai

TUPI adalah seorang anak yang tinggal bersama ibunya. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil tidak jauh dari hutan Pagi itu sang ayam mulai berkokok membangunkan mereka.

“Kukuruyuk….kukuruyuk..” teriak sang ayam dengan nyaringnya.

Mendengar kokok ayam itu, seketika  ibu Tupi berteriak untuk membangunkan Tupi.

“Tupiiiii….Di mana kamu?”  Tupi ayo bangun…! Hari sudah pagi!

Mendengar teriakan ibunya, maka Tupi segera bangun.

“Huuaaaa….” dia bangun sambil menguap!

“Iya, Bunda…Tupi sudah bangun!

Tupi lalu keluar dari kamarnya, dan membuka pintu.

“Waaaa… sudah pagi rupanya, udaranya begitu segar ! Bunga-bunga tampak tersenyum

“Selamat pagi, Pak Matahari! Sinarmu sangat menyejukkan pagi ini, “kata Tupi ketika melihat pemandangan di depan rumahnya.

Lalu Tupi berjalan menuju meja makan untuk sarapan Perutnya sudah sangat lapar. “Pagi ini, Bunda masak apa ya? Aku sudah sangat lapar sekali!” kata Tupi sambil membuka tudung di meja makan.

“Wow…ternyata pagi ini Bunda membuat nasi goreng! wah…harum sekali nasi gorengnya!”

Tupi pun mulai menyendok nasi goreng ke atas piringnya dan mulai sarapan. “

Nyam..nyam… enak

“Tupi…kalau sudah sarapan, kamu lekas mandi lalu ke  sekolah,” kata bundanya. Setelah selesai sarapan, Tupi pun segera masuk ke kamar mandi. Tapi Tupi nggak mau mandi! Kenapa ya? Airnya dingin. Ketika Tupi menyentuh air, badannyamenggigil kedinginan.

“Hiii… dingin sekali airnya!” kata Tupi

“Aku nggak usah mandi deh!” Tupi lalu keluar dari kamar mandi dan pergi meninggalkan rumahnya.

Dia ingin bermain di hutan dan tidak mau pergi ke sekolah Tupi pun sampai di dalam hutan. Di dalam hutan banyak sekali binatang. Tupi sangat gembira bermain di hutan.

Tupi bermain sepanjang hari sehingga tidak terasa perutnya keroncongan.

Tupi merasa lapar sekali dan ingin pulang ke rumahnya.

Dia ingin pulang…tapi ternyata ada masalah!

Karena terlalu asik bermain, Tupi tidak tahu jalan pulang ke rumahnya!

Dia kebingungan mencari jalan pulang. Karena capek, Tupi menangis.

Pak Keledai mendengar tangisan Tupi. “Hei Tupi, mengapa kamu menangis di hutan ini?”

“Aku ingin pulang, tapi aku tidak tahu jalan ke rumahku!” kata Tupi. Mendengar tangisan Tupi, Pak Keledai ingin mengantar Tupi pulang ke rumahnya.

Dia  berkata, “ Ayo…aku bisa membantumu  pulang, coba lihat di dalam tasku, aku punya sesuatu yang bisa membawamu pulang ke rumahmu! “

Tupi pun penasaran dengan perkataan Pak Keledai

“Kamu punya apa? Boleh aku melihatnya?” kata Tupi penasaran. Pak Keledai lalu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah…..peta !!

Tupi membuka peta tersebut. Di dalam peta itu ada gambar hutan dan rumahnya. Tetapi setelah melihat peta itu, Tupi masih tetap menangis.

Pak Keledai heran dan bertanya,” Tupi mengapa kamu masih menangis?

”Kamu bisa lihat rumahmu di dalam peta ini khan?

“Hu..hu….hu…. Aku tidak bisa membaca,” kata Tupi malu-malu. Pak Keledai pun tersenyum dan berkata,” Tupi, kamu tidak bisa membaca karena kamu malas ke sekolah! Padahal, di sekolah ibu guru mengajar kita supaya pintar membaca.”

“Lihatlah aku.  Aku bisa membaca peta ini dengan baik. Itu karena aku rajin ke sekolah dan rajin membaca!”

Pak Keledai lalu menunjuk sebuah tanda di peta. “Ini adalah tanda menuju ke rumahmu, jika kamu ikuti tanda ini, maka kamu bisa sampai ke rumahmu dengan aman.”

Dengan malu-malu Tupi mengucapkan terima kasih kepada Pak Keledai. “Terima kasih banyak Pak Keledai. Aku berjanji akan akan rajin membaca dan rajin ke sekolah supaya pintar!”

Akhirnya setelah kejadian tersebut, Tupi pun rajin ke belajar dan rajin membaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s