Chile Sambut Kemitraan dengan Rohaniwan RI

Negara Amerika Latin pertama yang gelar dialog lintas agama dengan rohaniwan Indonesia.

Indonesia dan Chile sepakat bahwa dialog antar-rohaniwan dari kedua negara merupakan cara yang efektif dalam mempererat hubungan bilateral. Dialog lintas agama ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi kedua negara untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama.

Demikian hasil Dialog Lintas Agama antara Indonesia dan tuan rumah Chile, yang berlangsung di Ibukota Santiago pada Kamis waktu setempat. “Dialog Lintas Agama dari kedua negara ini terobosan baru aktivitas diplomasi, terutama di Chile dan kawasan Amerika Latin,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Chile, Fernando Schmidt.

Dia melanjutkan, Dialog Lintas Agama ini merupakan salah satu cara mendekatkan kedua bangsa dan turut menciptakan keharmonisan antar umat beragama di dunia. “Chile menjadi pionir dalam penyelenggaraan bilateral dialog ini, karena menjadi yang pertama di kawasan Amerika Latin,” kata Schmidt, seperti yang diungkapkan staf delegasi Indonesia dari Kementerian Luar Negeri, Aziz Nurwahyudi.

Ketua Delegasi Indonesia, Bahrul Hayat, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dengan Pemerintah Chile, sehingga dialog lintas agama ini terselenggara di Santiago pada 31 Mei hingga 1 Juni 2012.

“Diharapkan dialog yang menyertakan berbagai agama ini akan dapat menciptakan hubungan yang harmonis di antara berbagai pemeluk agama, yang pada akhirnya turut menciptakan perdamaian dunia,” kata Hayat. Bagi Indonesia, Chile merupakan mitra dialog lintas agama bilateral yang ke-19.

Duta Besar Indonesia untuk Chile, Alyosius Madja, mengungkapkan bahwa dialog ini merupakan implementasi dari hasil Sidang Komisi Bersama RI-Chile yang diselenggarakan di Bali, Indonesia pada Mei 2011.

Dia juga menjelaskan bahwa kegiatan dialog ini mencakup public lecture yang telah diselenggarakan di Universitas Katholik Chile (Rabu, 30 Mei 2012), pelaksanaan dialog di Kemlu Chile (31 Mei 2012), dan kunjungan ke berbagai rumah ibadah seperti Gereja dan Masjid di Santiago (1 Juni 2012).

Pembicara dari Indonesia pada dialog tersebut adalah Prof. Dr. Azyumardi Azra (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Dr. FX Armada Riyanto (Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi Widya Sasana Malang), Dr. Arif Zamhari Rohman (Ketua Pondok Pesantren Al-Hikam Depok), Pendeta Andrew Michael Assa (Gereja Pantekosta Temanggung), dan Ketut Suratha Arsana (Parisada Hindu Darma Indonesia).

Sebagai tuan rumah, Chile menghadirkan pembicara Mario Rios (mantan Senator dan tokoh nasional) dan Benito Baranda (dosen Universitas Katolik Chile dan pemerhati masalah-masalah sosial).

Libatkan Mahasiswa

Selain dialog, juga dibahas rencana penyelenggaraan Interfaith Youth Camp.  Indonesia diwakili oleh Dr. Arif Zamhari Rohman (Islam), Pendeta Andrew Michael Assa (Kristen), dan Ketut Suratha Arsana (Hindu). Dalam diskusi antara para tokoh muda agama (future faith leaders) dan wakil Pemerintah RI dengan wakil-wakil dari Chile, telah disepakati kegiatan bersama yang dinamakan The First Interfaith Youth Camp.

Pemerintah Chile akan menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut, sedangkan Indonesia akan menjadi mitra utamanya (co-sponsors).

IYC ini direncanakan pada Maret 2013 di Santiago, Chile, dengan mengundang para mahasiswa yang aktif dalam kegiatan keagamaan dari negara-negara di kawasan Amerika Latin dan anggota ASEAN. Sementara itu, Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah kegiatan ini pada tahun berikutnya.

Sumber : http://dunia.vivanews.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s