RI Diminta Selidiki Intoleransi Relijius

Indonesia juga diharapkan sesegera mungkin terapkan Undang-undang Kerukunan Umat Beragama

suatu sesi Sidang Dewan HAM PBB meminta Pemerintah Indonesia menginvestigasi secara benar serangan-serangan atas kaum minoritas dan mereka yang bertanggungjawab harus diproses secara hukum. Sesi itu juga menyarankan Indonesia agar giat mempromosikan pendidikan dan pelatihan atas penghormatan hak asasi manusia di segala tingkatan.

Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta mengungkapkan beberapa hasil penting mengenai tanggapan atas laporan rutin Indonesia mengenai perkembangan HAM (Universal Periodic Review), yang telah disampaikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jenewa, Swiss, 23 Mei 2012 waktu setempat.

Sesi dengar pendapat atas kajian UPR Indonesia itu dihadiri delegasi dari 74 negara, 24 anggota Dewan HAM PBB dan 47 pemantau. Delegasi sejumlah negara diberi tugas untuk memberi pandangan atas presentasi Indonesia itu. Mereka adalah delegasi Guatemala, Kyrgyzstan, dan Botswana.

Soal perlindungan kaum minoritas, sesi UPR mencatat beberapa perkembangan positif yang dicapai Indonesia. Salah satunya telah ada sejumlah langkah untuk menanggapi intoleransi relijius atas kaum minoritas di tanah air. Selain itu, Indonesia juga mendukung pembentukan Komisi HAM Permanen Independen seperti yang dimandatkan Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Namun, Kelompok Kerja sesi UPR atas Indonesia mencatat sejumlah hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah mempertanyakan beberapa upaya yang diambil untuk menanggapi intoleransi relijius di Indonesia dan dalam melindungi hak-hak kaum minoritas relijius.

Terkait isu di atas, para delegasi negara yang berpartisipasi dalam sesi UPR Indonesia itu selanjutnya memberi sejumlah rekomendasi. Ini termasuk perlunya memperkuat upaya untuk menjamin bahwa setiap serangan atas orang-orang dari minoritas relijius diselidiki secara benar dan mereka yang bertanggungjawab harus diadili.

Para delegasi juga menyarankan agar Indonesia “sesegera mungkin menerapkan Undang-undang Kerukunan Umat Beragama yang masih dibahas [di DPR],” demikian keterangan dari UNIC. Selain itu, para delegasi juga meminta Indonesia untuk menggelar pelatihan dan kampanye kepedulian mengenai kebebasan beragama bagi birokrat tingkat provinsi dan daerah tingkat dua.

Namun, dalam keterangan pers, UNIC menyatakan bahwa pernyataan di atas, walau sudah dipublikasikan untuk media, belum menjadi sikap resmi sidang Dewan HAM PBB. Sesi lanjutan terkait kajian UPR Indonesia ini akan berlangsung pada 25 Mei 2012.

Penjelasan Menlu

Pada sesi UPR di Jenewa Rabu kemarin, Menlu Natalegawa mengakui bahwa ada kelompok-kelompok yang selama ini menyampaikan pandangan yang keras dan cenderung ekstrem sehingga bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam tetap mempertahankan alam demokrasi di negeri ini.

Namun, Natalegawa mengingatkan bahwa sejak laporan Indonesia di forum yang sama pada tahun 2008, terdapat kemajuan yang cukup pesat dan penting dalam bidang hak asasi manusia. “Berbagai institusi demokrasi dan HAM telah dan terus dibangun guna merealisasikan komitmen pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia,” kata Natalegawa.

Sebelumnya, sejumlah lembaga swadaya masyarakat penegak hak asasi manusia di tingkat nasional maupun internasional menyorot intoleransi yang dilakukan kelompok tertentu atas kaum minoritas di Indonesia, seperti permasalahan pendirian sejumlah gereja, penganiayaan umat Ahmadiyah, dan pelarangan diskusi buku. Kalangan LSM menyayangkan pemerintah maupun aparat keamanan Indonesia membiarkan intoleransi itu terjadi.

Sumber : http://dunia.vivanews.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s