Waspadai Maraknya Perpindahan Agama di Sekolah Non-Hindu

Tahun ajaran baru umat Hindu terutama yang memiliki putra-putri yang akan bersekolah di tingkat SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi (PT) diimbau memilih sekolah berbasis Hindu. Bukan sebaliknya malah memilih sekolah berbasis agama lain. Mengingat banyak keluhan masyarakat akibat misi terselubung mengganti agama siswa Hindu melalui lembaga pendidikan itu. Salah satunya dipaksanya siswa Hindu belajar kitab suci agama tertentu. Bahkan di sejumlah sekolah non-Hindu, siswa Hindu dilarang ber-Tri Sandhya.

Pernyataan tegas itu disampaikan President The Hindu Center Of Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berdiskusi dengan tokoh Hindu yang difasilitasi PHDI Provinsi Lampung serangkaian Peluncuran Jurnal Internasional Sansekerta, Bali Prajna.

Tampak hadir Ir. I Ketut Pasek, MBA., Dwi Marwanto, S.Pd.Ag., Dr. Ir. I Gede Swibawa, M.S., Wayan Suwatra, S.Pd., Ir. I Gede Darmaputra, S.P., M.P., Dr. I Wayan Suparta, S.E., M.Si., Dr. I Wayan Mustika, M.Si. Hadir pula Prof. Subash Chandra Dash (Direktur Bali Sanskrit Institute) dan sejumlah Tim The Hindu Center Of Indonesia. Atas hal itu, Dr. Arya Wedakarna berpesan agar peningkatan SDM melalui pendidikan dan keahlian (skill) generasi muda Hindu adalah prioritas dari umat dalam mengisi pembangunan. ”Lampung dengan satu juta umat Hindu adalah basis terbesar kedua setelah Bali untuk siar Hindu di Republik ini. Saya minta tokoh Hindu dan para penglingsir Hindu di bumi Lampung agar sesegera mungkin mempercerdas kehidupan generasi Hindu. Dampaknya akan terlihat 10 tahun ke depan, bahwa SDM Hindu Indonesia adalah SDM terunggul dan bisa jadi teladan,” ungkap Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini.

Ia juga menyampaikan sudah saatnya umat Hindu menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah berbasis Hindu dan segera membangun sekolah Hindu jenjang SD, SMP, SMK/SMK dan perguruan tinggi. ”Di Bali, banyak orangtua yang terkesima dengan sekolah non-Hindu karena fasilitasnya. Banyak kasus di kemudian hari orangtua kita menangis setelah si anak pindah agama akibat konversi terselubung. Jika anak muda Hindu pindah agama, siapa yang mau jaga kawitan dan tradisi kita? Maka dari itu kita berdayakan sekolah Hindu. Di Bali kan banyak sekolah bernuansa Hindu yang bagus seperti Saraswati, Dwijendra, Sekolah Parisadha dan Gurukula. Mari kita miliki bersama,” ungkap President World Hindu Youth Organizatio (WHYO) ini.

”Selain itu saya mendesak agar Hindu Indonesia membangun Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) di seluruh nusantara. Umat sudah ada, gedung kita sudah punya, calon mahasiswa sudah, apa lagi? Jangan tunggu inisiatif dari Dirjen Hindu. Jalankan saja. Kalau Majapahit mau bangkit, ayo bangkitkan pendidikan. Nanti saya minta ke Rektor IHDN dan Unhi untuk membantu. Kita harus bersatu,” pungkas Abhiseka Raja Majapahit Bali XIX ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s