Perbedaan Agama Samawi dan Ardhy

Samawi dari segi bahasa artinya langit, sedangkan Ardhy berarti bumi. Lalu di mana letak perbedaan dari dua istilah ini?

Pertama

Tulisannya beda.

Kedua

Agama samawi berarti agama langit. Maksudnya agama ini memiliki kitab suci yang diturunkan oleh Tuhan.

Agama yang termasuk agama samawi adalah: Yahudi (Judaism), Nashrani (Kristen/Katholik) dan Islam.

Agama Ardhy berarti agama bumi. Dalam artian agama ini tidak mempunyai kitab suci dari langit, melainkan hanya memiliki kitab pegangan entah dari mana. Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya agama ardhy adalah hasil dari kebudayaan yang bermetamorfosis menjadi agama, karena saking fanatiknya kepad kebudayaan tersebut.

Footnote:

Postingan ini bersifat kontemporer (karena ada yang mendesak). Akan diperbaharui secepat mungkin.

Pembaruan

UAS pasti berlalu. Kedengarannya seperti judul sesuatu. Syukurnya, UAS emang udah berlalu. Berarti satu bagian hidupku telah selesai. Sebelum pergi liburan, aku mau membereskan satu postinganku yang sempat terbengkalai ini. Aku musti menuntaskannya karena ngeblog adalah bagian dari hidupku dan untuk mendapatkan hidup yang komplit haruslah meluangkan waktu untuk bagian-bagian hidup itu.*Ngomong apa sih ni orang*

Oke, melanjutkan pembicaraan atau lebih tepatnya pembahasan yang kemarin, yaitu tentang agama samawi dan ardhi.

Kita mulai dari agama samawi. Agama samawi atau bisa juga disebut agama langit, adalah agama yang diyakini oleh pemeluknya dibangun berdasarkan wahyu dari Tuhan.

Beberapa karakter yang dimiliki oleh agama samawi di antaranya:

1. Memiliki definisi tentang Tuhan yang jelas.

2. Memiliki penyampai ajaran, yang biasa dalam islam disebut sebagai Rasul. Rasul berbeda dengan Nabi.

3. Memiliki kumpulan wahyu-wahyu dari Tuhan, yang diformat dalam kitab suci.

Sementara agama ardhi adalah kebalikan dari agama samawi. Setidaknya dalam tiga karakter di atas.

Karakter Pertama

Kita ambil satu contoh, Buddhisme misalnya. Dalam agama Budha tentang konsep Tuhan sangat tidak jelas dan tidak kontras. Ajaran tentang pengenalan Tuhan dalam ajaran Budha sangat buram. Buku-buku Buddhisme pada umumnya tidak memuat uraian dan pembahasan tentang Tuhan. Siddharta Gautama sendiri tidak memberikan penjelasan dan doktrin tentang Tuhan. Penolakan Gautama dengan tidak membicarakan ketuhanan telah ‘memiskinkan’ Buddhisme dalam pembicaraan tentang ketuhanan.

Dalam sebuah tulisan yang pernah sempat kubaca, seseorang  menanyakan kepada penganut Buddhisme: kenapa Buddha tidak mempuyai konsep yang jelas tentang Tuhan, dan dia menganggap itu adalah kemiskinan ajaran Buddhisme. Penganut Buddhisme itu malah mengatakan bahwa agama yang mempunyai konsep jelas tentang Tuhan, itulah sebenarnya agama yang miskin dan salah.

Penganut Buddhisme itu mengambil Islam sebagai contoh. Dalam Islam, Tuhan dikenal memiliki 20 sifat dan 99 nama seperti Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Melihat, Maha Mendengar dan lain sebagainya. Ini berarti orang-orang muslim membuat konsep, ide atau gagasan tentang Tuhan. Mereka mengungkapkan Tuhan yang tidak terbatas dengan kata-kata dan bahasa  manusia yang terbatas.

Penganut Buddhisme itu mengatakan bahwa Tuhan dalam konsep, ide, atau gagasan bukanlah Tuhan yang sebenarnya karena Tuhan yang sebenarnya di luar konsep, ide, atau gagasan. Tuhan seperti itu adalah Tuhan yang diciptakan oleh manusia, bukan Tuhan yang sebenarnya. Tuhan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan bahasa. Tuhan adalah misteri yang tidak dapat diketahui, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia. Karena itu, Tuhan tidak dapat dikatakan “begini” dan “begitu”.

Namun, aku sebagai orang Islam tentu saja kebingungan, apakah harus tertawa atau tersinggung dengan tudingan konyol itu. Bukannya Islam adalah agama samawi, yang jelas-jelas memiliki wahyu dari Tuhan. Dari wahyu itulah Allah memperkenalkan Dzat-Nya sendiri dengan bahasa Al Qur’an yang tentunya bisa dimengerti oleh manusia. Pada intinya, konsep Tuhan bukan buatan manusia, melainkan dari Tuhan sendiri.

Karakter Kedua dan Ketiga

Selain tidak mempunyai konsep yang jelas tentang Tuhan, agama ardhi juga tidak memiliki pembawa risalah. Makanya itu, dalam ajaran mereka tidak dikenal adanya Rasul. Selain itu pula mereka tidak memiliki kitab suci berupa wahyu yang diturunkan Tuhan. Kitab suci mereka adalah bukan dari Tuhan. Tudingan oleh penganut Buddhisme di atas, yang menyalahkan bahwa agama yang memiliki konsep Tuhan yang jelas adalah Tuhan yang diciptakan oleh manusia sendiri, merupakan bahwa dia mengira dan beranggapan kitab suci agama samawi adalah buatan manusia seperti kitab suci agama ardhi. Padahal pada kenyataannya kitab suci agama samawi dari Tuhan.

Lahirnya agama ardhi merupakan metamorfosis dari kebudayaan. Hal ini akibat dari saking fanatiknya dengan kebudayaan tersebut. Setelah melalui proses yang lama pandangan kepada budaya itu menjelma dan merasuk kepada agama. Agama dan budaya bercampur menjadi perwujudan yang satu.

Jika kita visualisasikan perbedaan antara agama samawi dan ardhi, bakal jadi seperti ini

Pembagian

Katakanlah agama samawi itu ada di wilayah A, sedangkan untuk agama ardhi menempati wilayah C.

sumber :http://ielhamkudo.wordpress.com

BACA JUGA :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s