Makna Sebuah Toleransi

Toleransi artinya penghargaan, yakni memberikan penghargaan terhadap orang  lain dalam hal ini yang paling menonjol adalah penghargaan terhadap ajaran  agama yang dianut oleh orang lain.

Sesungguhnya toleransi tidak hanya berkaitan  dengan penganut agama yang lain tetapi juga perlu ditumbuhkan dalam kaitannya  dengan kehidupan intern umat beragama, maksudnya bila terdapat perbedaan pemahaman terhadap ajaran agama dalam intern umat seagama, maka penghargaan atau toleransi perlu ditumbuhkembangkan, demikian pula dengan umat yang lain (antar umat  beragama) dan antara umat beragama dengan pemerintah.

Kitab suci Veda menegaskan  perlunya toleransi itu sebagai perwujudan pengamalan ajaran agama :

  • Bumi ini tempat tinggal seluruh umat manusia, seperi keluarga, semuanya berbicara berbeda-beda dan menganut kepercayaan (agama) yang berbeda-beda,  semuanya hendaknya seperti sapi-sapi yang bersatu salam satu kandang sapi  kepadanya kesejahteraan akan berlimpah (Atharvaveda XII.I.45)
  • Bumi yang luas ini adalah ibu dan sahabat kita (Atharvaveda IX,10,12)
  • Marilah kita menghormati kemerdekaan (harkat dan martabat) seseorang (Rg  veda I.80.1)
  • Wahai umat manusia, Aku memberikan kepadamu sifat-sifat yang ramah dan  manis pupuklah keharmonisan dan persaudaraan tanpa permusuhan diantara kamu,  seperti halnya seekor induk lembu terhadap anaknya yang baru lahir, demikianlah  hendanya kamu menyayangi sesamamu (Atharvaveda III.83.8.)
  • Wahai orang-orang dermawan, marilah kita wujudkan persaudaraan yang sederajat  di dalam kandungan ibu pertiwi (Rg Veda VIII.83.8).
  • Wahai umat manusia, maju teruslah kamu, jangan bertikai di antara kamu,  engkau adalah pengikut untuk tujuan yang sama, hormatilah yang lebih tua,  milikilah pikiran-pikiran luhur dan pusatkan perhatian pada kerja. Ucapkanlah  kata-kata manis di antara kamu. Aku jadikan engkau semuanya bersatu dan Aku  rakhmati engkau dengan pikiran-pikiran yang mulia (Atharvaveda III.10.5)

Lebih jauh dalam susatra Veda yang lain dinyatakan :

  • Hendaknya setiap orang tidak menyakliti makhluk lain, berpegang pada kebernan (Dharma), tidak pemarah, melepaskan diri dari ikatan keduniawian, tentram  dan tidak suka memfitnah, kasih sayang terhadap semua makhluk, tidak tamak,  lemah lembut sopan santun dan teguh iman (Bhagawadgita, XVI.2.)
  • Persembahan kepada dewa-dewa, kepada pandita, kepada guru, kepada orang  suci, jujur, kuat menahan hawa nafsu dan tidak menyakiti makhluk lain adalah  pantangan diri sendiri di dunia (Bhagavadgita XVII.14.)
  • Seseorang yang tidak menjalankan Dharma atau yang mendapatkan kakayaan  dengan jalan curang dan orang yang suka menyakiti hati makhluk lain tidak  akan pernah bahagia di dunia ini (Manavadharmasstra IV.170.)

Masih banyak ajaran toleransi yang dapat kita jumpai dalam kitab Veda dan susastra Hindu lainya yang perlu kita gali dan diamalakan dalam kehidupan  bersama dalam masyarakat berbhineka ini

BACA JUGA:

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s