KPU Bali Minta Umat Hindu Tak Politisasi Pawai Ogoh-ogoh

Komisi Pemilihan Umum bali mengingatkan umat Hindu di Bali tidak memolitisasi pawai ogoh-ogoh pada Hari Raya Nyepi yang bersamaan dengan musim kampanye Pemilu 2014.

“Kami ingatkan untuk memisahkan antara kepentingan agama dan politik. Ogoh-ogoh representasi terkait prosesi budaya yang dikemas dalam ritual, sedangkan pemilu kepentingan politik. Kami harap jangan saling menunggangi,” kata Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Kadek Wiarsa Raka Sandhi, di Denpasar, Sabtu (18/1/2014).

Ia khawatit pawai “ogoh-ogoh” pada 30 Maret 2014 tersebut terbawa dalam arus politik menjelang pemilu.

KPU Bali akan berkoordinasi dengan pihak terkait yang memiliki kewenangan terhadap perhelatan pawai ogoh-ogoh seperti Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) agar ogoh-ogoh yang diarak umat Hindu tak terkontaminasi kepentingan politik.

Raka Sandhi mengaku tidak berwenang melarang pawai ogoh-ogoh. “Biar MUDP, PHDI, pemerintah, dan aparat keamanan yang membicarakan hal itu,” katanya.

Namun dia tetap mengimbau umat Hindu yang membuat ogoh-ogoh tidak mencerminkan kepentingan politik tertentu.

Sebagai institusi penyelenggara pemilu, KPU berharap agar perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar, aman dan tertib.

“Soal teknisnya nanti, utamanya berkaitan dengan ogoh-ogoh perlu dibicarakan bersama,” katanya.
Sumber:: http://city.seruu.com/

BACA JUGA:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s