Nyepi, PLN Bali Bisa Menghemat hingga Rp12 Miliar

Anggota Pecalang atau satuan pengamanan adat Bali memantau situasi jalan pantai saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pantai Kuta, Bali, Senin (31/3). ANTARA FOTO/Wira Suryantala

PT PLN Distribusi Bali memprediksi konsumsi listrik di Pulau Dewata berkurang hingga 50% saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1936 yang jatuh pada Senin (31/3/2014).

“Kami perkirakan terjadi penurunan konsumsi listrik hingga 50%. Meski Nyepi, listrik di Bali tetap beroperasional,” kata Humas PT PLN Distribusi Bali, Wayan Redika, di Denpasar, Senin. Penurunan itu terjadi antara lain karena matinya lampu jalanan, lampu taman, dan konsumsi listrik warga yang berkurang.

Penghematan tersebut terjadi selama 24 jam berturut-turut mulai Senin pukul 06.00 Wita hingga keesokan harinya Selasa (1/4) pukul 06.00 Wita. Hanya beberapa sarana publik yang dibiarkan tetap menyala seperti rumah sakit, bandara, PLN, dan badan penanggulangan bencana daerah yang membutuhkan listrik saat darurat serta sarana komunikasi.

Dia menjelaskan,rata-rata konsumsi listrik di Pulau Dewata mencapai 690 megawatt per hari. Saat Nyepi, konsumsi tersebut menurun hingga 50%. “Sebenarnya penggunaan bahan bakar tetap saja terjadi terhadap beberapa mesin yang tetap dihidupkan. Padahal jualannya tidak seimbang. Namun secara umum tetap terjadi pengurangan bahan bakar karena banya mesin yang dimatikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, diperkirakan, terjadi penurunan penggunaan energi listrik mencapai 350 megawatt selama Nyepi yang berlangsung 24 jam. Selama sehari hari raya sunyi itu, Redika menambahkan, ada beberapa pembangkit yang tidak akan beroperasi sehingga PLN bisa menghemat konsumsi bahan bakar jenis solar sebanyak 1 juta liter atau setara dengan Rp12 miliar. “Pemadaman di beberapa pembangkit itu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Di Bali sendiri, kata dia, terdapat beberapa pembangkit utama di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pesanggaran Denpasar yang memiliki kapasitas 280 megawatt, PLTG Gilimanuk sebesar 130 megawatt, PLTGU Pemaron sebesar 210 megawatt dan kabel bawah laut Jawa-Bali sebesar 2×100 megawatt.

Rata-rata pendapatan PLN di Bali selama satu bulan mencapai sekitar Rp300 miliar. Namun khusus selama Nyepi selama 24 jam, pada perusahaan listrik negara itu terjadi potensi tidak ada penjualan. Namun perlu diingat, tidak ada penjualan bukan berarti merugi karena memang banyak mesin tidak beroperasi.

http://news.metrotvnews.com/read/2014/03/31/225125/nyepi-pln-bali-bisa-menghemat-hingga-rp12-miliar

BACA JUGA:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s