PD KMHDI SulSel sebagai Pelaksana TOT XI KMHDI Regional Sulawesi

1 Foto Pembukaan

Makassar, 28 Desember 2014 Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sulawesi Selatan (PD KMHDI SulSel) menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Training of Trainers (TOT) XI KMHDI Regional Sulawesi. TOT merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh KMHDI se-Regional Sulawesi yang bertujuan untuk membentuk trainers atau pelatih yang akan menjadi pengurus maupun meneruskan kaderisasi didaerahnya masing-masing. Pembukaan TOT XI KMHDI Regional Sulawesi ini dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang dengan dihadiri oleh Perwakilan dari Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang (PC) KMHDI Se-Sulawesi. Hadir pula para ketua Lembaga Hindu baik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan maupun Kota Makassar, Para Ketua Organisasi Kemahasiswaan atau Kepemudaan Lintas Agama, Tokoh Masyarakat dan Asisten III yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam laporannya, ketua Panitia Putu Darmayasa mengatakan, TOT XI KMHDI Regional Sulawesi ini mengambil tema “ Building a Good Habit to be a Great Trainers” yang dimaksudkan untuk membentuk trainers atau pelatih yang berkualitas untuk meneruskan kaderisasi didaerah nya masing-masing.

Selengkapnya……

 

BACA JUGA:

 

Iklan

Anggota DPD RI Bawakan Simposium Nasional di TOT XI KMHDI Regional Sulawesi

3 simposium

Makassar, 28 Desember 2014 – Selepas dari pembukaan kegiatan TOT XI KMHDI Regional Sulawesi, rangkaian acara dilanjutkan dengan Simposium Nasional bertemakan “Daerah Kuat Indonesia Hebat”. Simposium Nasional ini mendatangkan Narasumber dari anggota DPD RI yaitu Bapak Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Muzakkar, M.Si (Anggota DPD RI Dapil SulSel) dan Bapak Gede Pasek Suardika, SH., MH (Anggota DPD RI Dapil Bali) serta di Moderatori oleh Made Miarsana, SE.

Pak Pasek mengajak seluruh kader KMHDI untuk selalu berbangga akan Indonesia, sebab hal inilah yang membuat Indonesia meredeka dahulu. Dengan semangat Sumpah Pemuda yang menjadikan cikal bakal kemerdekaan Indonesia yang mengambil bahasa “melayu” menjadi bahasa Indonesia bukan bahasa Belanda saat itu. Itulah sebabnya Pemuda yang harus berani mengambil peran dalam memikirkan kemajuan Bangsa khususnya daerah masing-masing.

Tidak jauh dari yang disampaikan oleh Pak Gede Pasek Suardika, Pemateri kedua Pak H. Abdul Aziz Qahhar Muzakkar yang merupakan anggota DPD RI suara tertinggi untuk Dapil Sulawesi Selatan mendahului materinya dengan mengajak peserta yang hadir peduli kepada masyarakat Ekonomi kebawah.

Ustad Aziz panggilan akrab beliau mengatakan bahwa sangat sedih sekali karena banyak Bupati di Sulawesi Selatan kurang memperhatikan masyarakat ekonomi kebawah kecuali Bupati Bantaeng yang cukup serius dalam memperhatikan kesejahteraan petani dan masyarakat ekonomi kebawah.

Selengkapnya di PD KMHDI SULSEL (www.pdkmhdisulsel.org)

 

BACA JUGA: