Film Pendek Animasi Pixar Terbaru Angkat Dewa-dewi Hindu

Infokom PD.KMHDI.SULSEL – Studio animasi Pixar tak hanya dikenal menghasilkan film-film animasi sukses seperti Toy Story, Finding Nemo, WALL-E, dan yang tengah rajai box office Amerika Serikat, Inside Out. Pixar juga selalu menghasilkan film-film animasi pendek yang tak kalah menarik, bahkan memenangkan penghargaan. Studio ini memiliki tradisi menampilkan film-film animasi pendek yang diputar sebagai pembukaan film-film panjangnya di bioskop, dan tema serta konsep yang diangkat pun sama beragamnya dengan film-film panjangnya.

Baru-baru ini, Pixar memberi bocoran berupa gambar-gambar pertama film pendek terbarunya, Sanjay’s Super Team, yang akan tayang mendahului pemutaran film animasi The Good Dinosaur pada November mendatang. Film pendek ini akan menjadi sedikit berbeda dari film-film Pixar sebelumnya, karena Sanjay’s Super Team akan mengangkat sosok dewa-dewi Hindu, namun dalam sudut pandang anak-anak.

Kisah ini sendiri terinspirasi dari masa kecil sang sutradara, Sanjay Patel, yang sering ditegur ayahnya untuk menjalankan ibadah, sementara ia hobi menonton kartun di TV. Tegurannya pun cukup unik, karena sang ayah hanya membunyikan lonceng.

“Saya tahu betul maksudnya itu: ‘Matikan TV, Sanjay, dan cepat ke sini. Kita akan memuji dan menghitung japamala selama setengah jam.’ Saya bereaksi,’Saya tidak ingin melakukan itu. Saya lebih ingin menonton Voltron,'” ungkap Patel kepada USA Today.

Berangkat dari sana, Patel pun menyusun cerita tentang seorang anak yang terpaksa ikut melakukan ritual dengan ayahnya, namun menemukan kisah yang lebih seru daripada kartun di TV. Ia pun kemudian berimajinasi bahwa dewa-dewi Hindu, seperti Wisnu, Hanoman, dan Durga adalah sekelompok superhero yang membasmi kekuatan jahat.

Patel mengungkap bahwa karyanya ini merupakan hasil dari perjalanannya memahami budaya leluhurnya, yang sempat ia jauhi ketika tumbuh besar di California, AS. Patel juga mengaku baru benar-benar mendalami agama Hindu di usianya yang ke-30, dan film pendek Sanjay’s Super Team menjadi ekspresinya tentang bagaimana nilai-nilai budaya dan religi yang dianut keluarganya itu dalam sudut pandang yang polos.

Sanjay’s Super Team merupakan film pendek perdana yang disutradarai oleh Patel. Ia sebelumnya bekerja sebagai animator, perancang storyboard, hingga perancang karakter untuk film-film Pixar terkenal, seperti Toy Story 2, Monsters Inc., The Incredibles, dan Ratatouille. Kesempatan untuk membuat film pendek tidak disia-siakan Patel untuk mengangkat kisahnya yang personal dan mengandung nilai-nilai budaya yang telah menjadi bagian dari dirinya.

Untuk menyempurnakan film ini, Patel mengajak penata musik pemenang Oscar, Mychael Danna (Life of Pi) demi memberi nuansa etnik dalam film yang tidak berdialog ini. “Pilihan musiknya ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah mengerti budaya ini, dan sesuatu yang pastinya akan menyenangkan ayah saya,” ungkap Patel.

 

Sumber:muvila.com

Iklan

Menikmati Indahnya Candi Hindu Tercantik Dunia

Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik dibangun pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Seperti apa? Akhmad Taufik, Candi Prambanan, Yogyakarta

Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan. Itulah sedikit tulisan yang tertera di sebuah ruang dalam komplek museum candi Prambanan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Seorang petugas museum di candi Prambanan, Sugiato (35) menceritakan bahwa Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi. “Candi ini penuh dengan cerita, yang paling terkenal yakni tentang Bandung Bondowoso yang mencintai Roro Jonggrang,” katanya.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut.

Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi. Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.

Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma. Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa). “Candi Prambanan ini memiliki banyak bagian jika diceritakan satu persatu tak akan selesai dalam satu hari,” ujarnya dengan nada bercanda.

Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya. Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. “Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu,” pungkasnya.

Nah, masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. Anda tak boleh jemu tentunya karena sangat mengasyikan berlibur sambil belajar sejarah.

Kalau pun akhirnya lelah, anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Liburan kali ini mungkin tepat untuk datang ke candi yang satu ini karena jika musim  panas dicandi ini akan terasa menyengat kulit, jangan lupa bawa payung karena saat ini sering hujan disana. (*)

Sumber : http://www.radarpekalonganonline.com

BACA JUGA: