Menguak Rahasia di Balik Kemegahan Candi Hindu

Menguak Ilmu Alam Di Balik Kemegahan Candi Hindu

Hindu merupakan salah satu agama tertua di dunia. Hindu merupakan penggabungan dari berbagai ritual, konsep, kebiasaan, dan praktik. Peninggalan yang disucikan salah satunya adalah Candi dan salah satu candi Hindu yang terkenal di Indonesia adalah Candi Prambanan di Yogyakarta.

Selain aspek agama dan sejarah yang kuat, candi Hindu mempunyai konstruksi dan arsitektur yang sangat mengagumkan. Namun, tahukah jika ternyata di balik hal tersebut tersimpan berbagai rahasia ilmiah yang mengejutkan?

Ya, hal ini benar adanya. Penasaran? Seperti yang dilansir dari laman Boldsky, Kamis (25/12/2014), ini ulasan selengkapnya:

Gudang Energi Positif

Candi dibangun dengan strategis di tempat yang banyak tersedia energi positif dari distribusi gelombang magnet dan elektik kutub utara dan selatan.

Moolsthanam merupakan tempat dengan energi positif terkuat. Jadi, apabila berdiri di dekat patung utama maka energi positif bisa terserap ke dalam tubuh.

Patung Utama

Keberadaan patung utama di dalam candi bisa membantu meningkatkan konsentrasi bagi setiap orang yang datang untuk berdoa.

Bunyi Lonceng

Lonceng yang terdapat di candi Hindu tak terbuat dari logam biasa. Lonceng terbuat dari campuran berbagai logam seperti kadmium, seng, timah, tembaga, nikel, kromium dan mangan. Masing-masing logam mempunyai peranan penting dalam bunyi yang dihasilkan, serta bisa menciptakan kesatuan di antara otak kanan dan kiri.

Loceng dibunyikan selama sekitar tujuh detik. Gema yang dihasilkan akan menyentuh diri dan membuat otak kosong. Dalam tahap ini, otak sedang memasuki tahap tak sadarkan diri dan pun menjadi sangat reseptif. Setelah berhenti, Anda pun tersadar kembali.

Kekuatan Ramuan

Ramuan yang diberikan saat berdoa bukanlah ramuan biasa, melainkan campuran dari bahan-bahan alami seperti kemangi suci, kunit, kapur barus (karpura), kapulaga, dan cengkeh yang dicampur dengan air.

Ramuan ini nantinya akan dituangkan pada patung utama sehingga sumber magnet pun meningkat. Hasilnya, ramuan ini ampuh untuk menyembuhkan sakit gigi, pilek, batuk, dan sebagai ramuan penyegar mulut alami.

Meniup Kerang

Penganut Hindu percaya bahwa bunyi `Om` dari tiupan dipercaya sebagai suara dari Sang Pencipta. Selain itu, suara tersebut dipercaya bisa memberikan kesehara dan harapan baru.

Transfer Energi

Meremajakan indera yang dimiliki merupakan salah satu tujuan utama dibangunnya candi, selain sebagai tempat ibadah. Karena itu, duduk di kuil beberapa saat setelah ibadah menjadi momen yang penting sebagai waktu transfer energi.

sumber: http://liputan6.com/

 

BACA JUGA:

Iklan

Sebuah perjalanan Rsi India mencari Nirwana di Dieng

Sejarah Dieng, sebuah perjalanan resi India mencari Nirwana

Kawasan pegunungan Dieng, Jawa Tengah, terkenal dengan objek wisata sejarahnya. Di Dieng, Anda akan menemui banyak candi dan goa peninggalan Hindu.

Tim Ekspedisi Menyapa Indonesia dari merdeka.com dan Portrait Of Indonesia mengunjungi kawasan yang terkenal dengan bocah berambut gimbal itu, Jumat 16/1). Kepada wartawan merdeka.com, Mardani, tokoh pemuda dan budaya Dieng, Alif Fauzi (38), menjelaskan sejarah Dieng.

Menurutnya, sejarah Dieng tak bisa dilepaskan dari kisah pencarian nirwana oleh seorang resi Hindu dari India pada sekitar abad ke-7 masehi. Resi itu adalah seorang penyembah Dewa Siwa, salah satu dewa di agama Hindu.

“Setelah berkeliling ia menemukan Dieng, sehingga pada abad ke-7 dibangun tempat semedi dan penyembahan yakni candi-candi. Dia meyakini sudah menemukan tempat bersemayam dewa yang disembahnya,” katanya kepada wartawan merdeka.com saat ditemui di kediamannya.

Sejak itu, sang resi memutuskan tinggal di dieng dan menyebarkan ajaran Hindu. Dia belum bisa memastikan siapa nama resi tersebut.

“Tapi ada yang bilang resi penyembah Siwa itu namanya Agastia Pranatacarya,” katanya.

Sementara soal adanya cerita yang menyebut para Pandawa dari kisah Mahabarata, India, pernah datang ke Dieng saat masa pengasingan, dia tak bisa memastikan kebenaran cerita itu. Yang dia tahu, sejumlah candi di Dieng dinamakan anak keturunan Pandu.

“Karena orang-orang Hindu sangat suka sama kisah-kisah sosok. Tapi di cerita Mahabarata India itu kan nggak ada Semar, dan di Dieng ada candi semar,” ceritanya.

Dia juga mengatakan, nama-nama candi di Dieng tak bisa dipastikan apakah nama dari sejak didirikan atau tidak. Sebab, yang ditemukannya, ada sejumlah nama candi yang berubah.

“Yang aneh Candi Sembadra atau Sri Kandi, orangtua bilang itu dulu disebut Candi Nakula Sadewa, tapi sekarang beda,” jelasnya.

“Jadi kalau kedekatan kisah dengan Mahabarata dan tentang candi-candi di Dieng yang ada namanya Pandawa saya nggak berani bilang mereka pernah ke sini,” tutupnya.

Sumber: merdeka.com

BACA JUGA: